by

Kisah Mengharukan : Sang Ayah Mewakili Wisuda Putrinya yang Sudah Meninggal

Kisah Mengharukan: Siapa Orang Tua Yang Ingin Melihat Anaknya Wisuda, Tapi Allah Berkehendak Lain, Allah Memanggil Sang Anak Yang Mulia Tersebut MenghadapNya (Meninggal Dunia)

Wisuda adalah prosesi penyematan Gelar Sarjana, puncak pencapaian seseorang dalam menempuh pendidikan tinggi.
Wisuda dan sarjana adalah anugerah kebanggaan bagi orang tua dari anak mereka.

dan buat mahasiswa/wi, wisuda adalah momen hari bahagia yang di Nanti-nanti . Hari di mana kita bisa membuat orang tua bangga sekaligus membuktikan diri bahwa kita bisa bertanggung jawab atas keputusan yang kita pilih. Jangan heran kalau euforia wisuda kadang suka aneh-aneh bahkan sampai ada yang mengundang semua keluarganya untuk datang saat prosesi geser tali toga.

 

Tapi, ada kisah sedih dan mengharukan soal wisuda yang tengah viral di media sosial. sang ayah menggantikan anaknya untuk diwisuda karena putrinya telah meninggal dunia

Sang Ayah bersama dengan para wisudawan, menggantikan Putri tercintanya yang telah meninggal dunia untuk mengambil ijazah

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Humas Universitas Riau (@humasuniversitasriau) on

Dalam unggahan akun Instagram @humasuniversitasriau Pekanbaru Riau, terlihat video momen ketika wisuda berlangsung.
Ada yang berbeda dari upacara wisuda di Universitas Riau (UNRI), Pekanbaru Riau yang terselenggara kemarin pada hari Rabu tanggal 24 Juli 2019. Tidak hanya kebahagiaan yang terpancar dari mahasiswa/wi dan para keluarga wisudawan, melainkan juga sedih dan haru.

 

Seperti alur yang terekam dalam video ini tampak seorang bapak sepuh ikut dalam antrean barisan mahasiswa/wi yang akan diwisuda.
Terutama saat nama Siska Finalita dipanggil MC, Bapak yang sudah Sepuh itu naik ke panggung tanpa berseragam lengkap seperti wisudawan lainnya.

Momen paling mengharukan di acara wisuda via Instagram Humas Universitas Riau
Momen paling mengharukan di acara wisuda via Instagram Humas Universitas Riau

dengan wajah yang cukup tegar mewakili Putrinya sang bapak tersebut menghampiri podium dan seperti layaknya mahasiswa lain, Rektor UNRI menyerahkan sebuah map tanda kelulusan sebagai sarjana.

Saat momen itu berlangsung, sontak seisi ruangan auditorium tempat wisuda berlangsung tiba-tiba hening, disusul kemudian suara applus untuk sang bapak dari para hadirin.

Para petinggi Universitas Riau yang ada di video itu pun memeluk pria tersebut dan menyalaminya. via Instagram Humas Universitas Riau
Bapak H. Arifin via Instagram Humas Universitas Riau

Para petinggi Universitas Riau yang ada di video itu pun memeluk Bapak tersebut dan menyalaminya.
Tidak sedikit para peserta, dosen dan undangan berurai air mata melihat momen tersebut, Haru dan begitu menyentuh suasana saat itu.

momen photo bersama via Instagram Humas Universitas Riau
momen photo bersama via Instagram Humas Universitas Riau

H. Arifin merupakan ayah dari Siska Finalita, mahasiswi Program Pascasarjana S2 di Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Konsentrasi Kesehatan Lingkungan. Putrinya Tidak bisa hadir untuk menggeser tali toga dan mengambil ijazahnya karena telah meninggal dunia.

Siska Finalita yang dikenal tekun dan sederhana meninggal dunia setelah sidang skripsi karena sakit.

Akibat pembengkakan kelenjar getah bening, Siska menghadap Yang Maha Kuasa pada Bulan Maret 2019 lalu, diusia 37 tahun.
Akibat pembengkakan kelenjar getah bening, Siska menghadap Yang Maha Kuasa pada Bulan Maret 2019 lalu, diusia 37 tahun.

 

Video tersebut diupload pertama sama akun Instagram Humas Universitas Riau, Jumat (26/7/2019) kemarin.

Berikut caption video akun Instagram Humas Universitas Riau:

” Bapak H. Arifin, dengan wajah yang cukup tegar mewakili anaknya Siska Finalita, untuk menerima ijazah yang seharusnya ia terima secara langsung pada Wisuda Unri Periode Juli 2019.

Namun Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain. Ananda Siska, hanya bisa mempersembahkan hasil dari pendidikannya di Program Pascasarjana S2 di Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Konsentrasi Kesehatan Lingkungan dengan IPK 3.86 kepada kedua orang tuanya bapak H. Arifin dan Ibu Hj. Eliza ini disaat ia sudah menghadap yang Maha Kuasa.

Akibat pembengkakan kelenjar getah bening, Siska menghadap Yang Maha Kuasa pada Bulan Maret 2019 lalu, diusia 37 tahun.

Semangat Siska dalam mengembangkan diri melalui bangku pendidikan patut kita jadikan motivasi dan pembelajaran bahwa pendidikan adalah bagian penting pada setiap insan manusia. ”

#universitasriau #unri #wisuda #wisudaunri #wisudaunri2019

*Fakta ini menunjukkan kegigihannya memperjuangkan kelulusannya. Ia tetap mengerjakan skripsi dan sidang meski dalam kondisi sakit. Kita seharusnya malu karena sering mengeluh saat skripsinya direvisi terus. Bahkan mungkin ada yang ngambek dan berhenti untuk melanjutkan skripsinya. Skripsi direvisi bukankah hal wajar?

Alm. Siska patutnya dijadikan teladan juga penyemangat.
Kalau dia bisa menyelesaikan kuliahnya dengan segala keterbatasan, maka seharusnya kita yang sehat juga.
Jangan banyak ngeluh.
Beranjak dari keterpurukan dan ayo garap revisiannya!

Baca Juga