Perawatan Wajib untuk “Miss V”

Bagi seorang wanita, merawat dan menjaga penampilan sangatlah penting. Yah tidak heran wanita rela melakukan apa saja demi merawat dan menjaga penampilannya mulai dari rambut, wajah, bentuk badan ataupun buah dada. Tetapi ada satu hal yang tidak kalah pentingnya untuk tetap dijaga dan dirawat oleh seorang wanita. Yah, bagian kewanitaannya atau dengan panggilan yang sudah dikenal yaitu miss v.

 

menjaga%20miss%20V Perawatan Wajib untuk "Miss V" Beauty Health Tips Kecantikan Tips Kesehatan Woman

Merawat alat reproduksi merupakan keharusan bagi setiap wanita. Vagina yang sehat secara alami bersifat asam dan mengandung banyak bakteri menguntungkan untuk menangkis infeksi dan mempertahankan tingkat pH (tingkat keasaman) normal. Vagina yang sehat juga akan mengeluarkan sejumlah cairan untuk menjaganya tetap bersih, sama seperti air liur yang diproduksi untuk membantu membersihkan mulut. Gangguan apapun pada kondisi daerah V yang normal tersebut dapat menyebabkan iritasi dan infeksi pada vagina. Oleh karena itu, berikut adalah cara untuk menjaga kesehatan vagina.

 

1. Mencuci vagina dengan benar’

Untuk membersihkan vagina setiap harinya, cukup bilas dengan air hangat (bukan air mendidih) ketika mandi. Bisa juga melarutkan sedikit saja garam laut ke dalam air hangat untuk membantu mengatasi rasa gatal di daerah kewanitaan. Namun, jangan pakai garam mandi yang marak dijual saat ini dengan pewarna, pewangi, dan zat-zat tambahan lainnya. Garam mandi justru berisiko menimbulkan iritasi. Membersihkan vagina dengan air hangat dan garam saja sudah cukup. Ini karena vagina memiliki cairan khusus untuk membunuh bakteri atau kuman penyebab infeksi. Sementara itu, pembersih kewanitaan mengandung berbagai bahan kimia yang terlalu keras bagi daerah kewanitaan yang sangat sensitif.

2. Memakai kondom

pasti sudah familiar dengan alat kontrasepsi yang berfungsi sebagai pelindung PMS (Penyakit Menular Seksual) dan kehamilan ini. Namun ternyata selain itu, kondom juga berfungsi sebagai penjaga tingkat pH vagina, yang berarti bahwa bakteri baik seperti lactobacilli dapat bertahan hidup di sana. Bakteri tersebut sangat penting karena mereka merupakan bakteri yang dapat membantu mencegah infeksi ragi, ISK (Infeksi Saluran Kemih), dan vaginosis bakteri.

Baca juga:   Madu Dan Manfaatnya Untuk Kesehatan

Cara%20Merawat%20Miss%20V%20Yang%20Baik%20dan%20Tepat Perawatan Wajib untuk "Miss V" Beauty Health Tips Kecantikan Tips Kesehatan Woman

3. Mengenakan celana dalam berbahan katun

Meskipun pakaian dalam yang berbahan sutra atau renda tampak lebih manis, jangan dipakai terlalu sering. Pasalnya, vagina membutuhkan sirkulasi udara yang baik supaya tidak terlalu lembap. Pilihlah celana dalam dengan bahan katun untuk melindungi daerah V. Sebagian besar celana dalam dilengkapi dengan strip tipis kain katun pada bagian selangkangan. Agar organ intim bisa bernapas lega setelah seharian terperangkap dalam pakaian dalam dan celana atau rok yang ketat, tidur tanpa pakaian dalam di malam hari bisa jadi solusinya.

4. Memeriksakan diri ke ginekolog untuk perawatan preventif

Memeriksakan diri secara rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan vagina. Setiap wanita harus memiliki tes ginekologi pertama kali pada umur 21 tahun. Jika melihat keanehan, seperti bau vagina yang ‘keterlaluan’, gatal berlebihan atau warna yang tidak biasa, penting untuk mengobati gejala ini dengan berkonsultasi pada dokter. Pengobatan secara dini dapat mencegah infeksi vagina berlanjut.

Perawatan-missV-agar-tidak-cepat-menua_m64yrq Perawatan Wajib untuk "Miss V" Beauty Health Tips Kecantikan Tips Kesehatan Woman

5. Menjaga kebersihan vagina dengan baik

Setelah buang air besar, bersihkan area dari depan ke belakang, bukan dari belakang ke depan, untuk menghindari kontaminasi bakteri vagina dan menurunkan risiko infeksi kandung kemih. Untuk menjaga kesehatan vagina, sebaiknya rutin mengganti pembalut, tampon, atau pantyliner. Memakai pembalut, tampon, dan pantyliner selama lebih dari empat jam berisiko menyebabkan infeksi. Ini karena organ kewanitaan tak bisa bernapas melalui plastik yang melapisi pembalut dan pantyliner. Selain itu, terlalu lama memakai tampon juga rentan menimbulkan toxic shock syndrome.

Baca juga:   ASI Asupan Terbaik Bagi Bayi Yang Baru Lahir