Deteksi Dini HIV Melalui USB

hiv-usb-kljuc-1_yt72np Deteksi Dini HIV Melalui USB Family Health News

Sebanyak 36 juta warga di seluruh dunia terjangkit HIV, virus penyebab AIDS. Sebagian besar penderita tinggal di kawasan Sub-Sahara Afrika.

Namun, sejumlah kasus menunjukkan obat AIDS tidak bekerja, seringkali disebabkan virus yang kebal. Hal itu akhirnya memicu peneliti mendalami “kadar virus” dalam darah. Dunia medis kembali mencatatkan perkembangan dan kemajuannya,terutama dalam melawan virus HIV.

Ilmuwan asal Imperial College London tengah mengembangkan cara baru menguji keberadaan HIV dengan memakai perangkat USB. Alat tersebut  diklaim dapat mendeteksi keberadaan virus  HIV dalam darah manusia dengan cepat dan cermat.

Bekerjasama dengan perusahaan Amerika Serikat, DNA Electronics, para peneliti memprogram perangkat ini agar pasien dapat memantau kadar virus dalam darah. Kemudahan ini nantinya serupa dengan milik penderita diabetes yang dapat memantau kadar gula dalam darah mereka.

hiv-aids_ip9wef Deteksi Dini HIV Melalui USB Family Health News

Cara kerja perangkat tersebut  hanya memerlukan setetes darah pasien untuk mendeteksi HIV. Alat itu akan memancarkan sinyal ke komputer, laptop, atau perangkat lain.

Tim peneliti mengatakan, walau pengembangannya masih pada tahap awal, perangkat tersebut memungkinkan pasien memantau kadar virus dalam darah sebagaimana penderita diabetes mengawasi kadar gula darahnya. “Faktor penting pengobatan HIV adalah mengawasi kadar virus dalam darah. Saat ini, proses uji virus membutuhkan biaya mahal dan peralatan rumit sehingga membutuhkan waktu cukup lama,” ungkap Graham Cooke, salah satu ketua peneliti dari program studi kedokteran Imperial CollegeLondon.

Baca juga:   Otot Yang Kuat Untuk Tulang Yang Kuat

“Kami dapat menyelesaikan masalah itu dengan alat ini. Awalnya perangkat ini berukuran sebesar mesin fotokopi, tapi kami memadatkannya hingga sekecil USB,” ungkapnya.
Uji itu akan melibatkan perangkat pemproses dalam telepon seluler, tablet maupun ponsel pintar dan satu tetes darah yang dijatuhkan ke bagian tertentu pada USB.
HIV dalam sampel darah akan memicu perubahan tingkat keasaman menjadi sinyal listrik.
Sinyal tersebut diteruskan ke USB sehingga hasilnya terlihat di komputer atau perangkat pasien.

Pengujian alat itu, yang diterbitkan jurnal Scientific Reports, menunjukkan 95 persen uji HIV dari 991 sampel darah terbukti cermat. Rata-rata waktu uji HIV yang dibutuhkan 20,8 menit.

Dengan adanya perangkat  ini, kebutuhan-kebutuhan proses pengujian yang cukup merepotkan itu dapat disederhanakan dan penderita dapat mengatur waktu serta cara pengobatannya dengan lebih efektif. Pasalnya, uji kadar HIV secara konvensional masih membutuhkan waktu paling tidak tiga hari, termasuk pengiriman sampel darah sampai menemukan hasil akhirnya di laboratorium.

Dikutip dari berbagai sumber (antara,tempo.co dan Jurnal WHO)